Persiapan Arus Mudik Lebaran dan Potensi Bahaya Banjir, Gempa, serta Longsor pada Jalur Mudik Balik Lebaran
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menggelar rapat koordinasi persiapan Arus Mudik Lebaran dengan Dinkes Kab/Kota di Jawa Barat dalam rangka keamanan kesehatan arus mudik dan balik lebaran, selama 17 hari, mulai dari 23 Maret hingga 8 April 2025. (19/03)
Dalam rapat tersebut, sejumlah potensi bahaya yang perlu diwaspadai selama arus mudik lebaran, termasuk potensi bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan longsor di beberapa jalur mudik, telah menjadi fokus perhatian.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang terkait kondisi cuaca dan keamanan jalan, terutama di daerah yang rawan bencana.
Peta potensi bahaya, termasuk daerah-daerah yang rawan banjir, gempa, dan longsor, akan disebarkan kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi, agar warga yang melakukan perjalanan mudik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman.
Kesiapan pos kesehatan dan pemeriksaan kesehatan pengemudi menjadi prioritas utama dalam persiapan arus mudik. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan pengemudi harus dilakukan secara rutin, bukan hanya saat mudik dan balik lebaran saja, namun juga sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa pengemudi dalam kondisi sehat dan laik jalan.
“Pemeriksaan pengemudi kali ini dapat dilakukan dengan program CKG di puskesmas, setelah itu di terminal dilakukan mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, narkoba, serta pemeriksaan fisik lainnya”. Ujar dr. Vini
Kadinkes Jabar dr. Vini menghimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti penggunaan masker bagi yang sedang sakit, serta untuk tidak bepergian dalam kondisi kurang sehat. Pengawasan terhadap penyakit yang berpotensi menular, seperti DBD dan Chikungunya, juga akan diperketat selama musim mudik lebaran.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota telah mempersiapkan berbagai pos kesehatan yang akan ditempatkan di jalur-jalur utama dan destinasi wisata.
Penyediaan tenda poskes di jalur mudik dan di lokasi-lokasi strategis akan memastikan layanan kesehatan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. Fasilitas kesehatan lainnya, termasuk Puskesmas 24 jam dan Rumah Sakit, juga akan disiagakan untuk mendukung pelayanan kesehatan.
"Untuk memastikan kesiapan pelayanan kesehatan selama arus mudik lebaran, kami juga telah berkoordinasi dengan seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kami pastikan bahwa tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat siap untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan," ungkap dr. Vini
Kadinkes Jabar dr. Vini mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan mudik lebaran. Dengan persiapan yang matang, termasuk pemetaan potensi bahaya di jalur mudik dan upaya pencegahan penyakit, diharapkan arus mudik lebaran 2025 dapat berlangsung dengan aman, sehat, dan lancar.
Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Barat
dr. Raden Vini Adiani Dewi, MM.RS

