Kota Bandung - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengisi Pertemuan
Evaluasi Tahun 2025 dan Diseminasi Perencanaan Program TBC Tahun 2026 yang
bertempat di UPTD Pelatihan Kesehatan Provinsi Jawa Barat (21/1/26).
Menurutnya, pertemuan ini merupakan momentum penting untuk merefleksikan
capaian program TBC selama tahun 2025, dan menyelaraskan langkah dan strategi
perencanaan program TBC 2026.
“Bukan hanya melihat angka dan indikator, evaluasi juga menjadi sarana
pembelajaran mengidentifikasi tantangan, hambatan, serta praktik baik yang
dapat direplikasi dan diperkuat,” tambah dr. Vini.
Jawa Barat sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di
Indonesia memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap keberhasilan program
TBC di Indonesia, terutama dalam cakupan penemuan dan pengobatan kasus TBC
(treatment coverage) dan pada indikator keberhasilan pengobatan (success rate).
Jumlah kasus TBC di Provinsi Jawa Barat
Selama tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi TBC, mulai dari peningkatan penemuan kasus, penguatan tata laksana pengobatan, perluasan kolaborasi lintas sektor, hingga pelibatan Masyarakat.
Keberhasilan program ini membutuhkan komitmen, kolaborasi, dan sinergi dari
berbagai pemangku kepentingan.
Beliau juga berterima kasih dan mengapresiasi seluruh Kabupaten dan Kota
sehingga Provinsi Jawa Barat mendapatkan Peringkat Kedua Kategori Provinsi
Terbaik dalam Capaian Indikator Tuberkulosis Tahun 2025.
“Semoga capaian tahun 2025 menjadi pijakan yang kuat untuk melaksanakan program
TBC Tahun 2026 yang lebih baik.” Ujar dr. Vini.
Provinsi Jawa Barat
dr. Raden Vini Adiani Dewi, M.M.R.S

