Skip to content

Berita

Setiap 5 Menit, 2 Warga Indonesia Meninggal karena TBC: Dinkes Jabar Perkuat Deteksi Dini dan Pendampingan Komunitas

Congue iure curabitur incididunt consequat

Kota Bandung - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam penguatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) menyusul pernyataan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, yang menyebut bahwa dua orang di Indonesia meninggal karena TBC setiap lima menit. Data ini mencerminkan urgensi percepatan penemuan kasus dan pengobatan yang tuntas di seluruh wilayah Jawa Barat. Rabu (23/06/2025)

“TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Namun jika tidak ditemukan dan diobati hingga tuntas, maka dia akan terus menular dan mematikan,” ujar Menkes saat kunjungan kerja di Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada 11 Juni 2025.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), Jawa Barat mencatat:

1. Perkiraan insiden TBC: 234.280 kasus
2. Penemuan kasus Januari–Mei: 81.864 kasus (treatment coverage 35%, target 37,5%)
3. Keberhasilan pengobatan TBC Sensitif Obat: 80% (target 90%)
4. Kasus TBC Resisten Obat (RO): 1.063 dari target 2.866 kasus
5. Jumlah pasien TBC anak: 16.288 (capaian 36%)
6. Enrollment pasien TBC RO: 744 pasien (70%, target 95%)
7. Pasien TBC dengan DM: 4.763
8. Pasien TBC dengan HIV: 1.165
9. Jumlah kematian karena TBC: 2.294 jiwa

Angka tersebut menunjukkan bahwa meskipun penemuan kasus terus meningkat, capaian pengobatan dan pengendalian TBC RO masih membutuhkan perhatian khusus.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat telah dan terus melakukan langkah-langkah percepatan koordinasi dengan kab/kota mingguan, audit klinis dan mentoring layanan TBC Resisten Obat, coaching program dan penguatan pemantauan Public Private Mix (PPM), dan penguatan kampanye TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) :

1. Temukan gejala TBC: batuk lebih dari dua minggu, demam malam, turun berat badan
2. Obati segera di fasilitas kesehatan terdekat
3. Selesaikan pengobatan selama 6 bulan
4. Sediakan terapi pencegahan bagi kontak serumah

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dr. Vini Adiani Dewi, MMRS, menyatakan bahwa pendekatan komunitas dan kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam pengendalian TBC.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengenali gejala, melaporkan, dan mendukung pasien agar menyelesaikan pengobatan. TBC bukan hanya masalah individu, tapi masalah bersama,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat juga mengapresiasi langkah Desa Klapanunggal, Kabupaten Bogor, sebagai contoh baik dalam penanggulangan TBC berbasis komunitas. Upaya skrining aktif, pendampingan, dan pelibatan warga menjadi model replikasi untuk desa dan kelurahan lain.

Sebagai bagian dari program prioritas nasional (quick wins) TBC akan terus menjadi perhatian utama, termasuk melalui penguatan layanan primer, optimalisasi pelacakan kontak, serta akses pengobatan gratis melalui Puskesmas dan fasilitas rujukan.

Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Jawa Barat
dr. Raden Vini Adiani Dewi, M.M.R.S


Berita Lain

Close
Close